Gugas Kabupaten Banggai Tunggu 74 Hasil Swab

Sampel Swab Corona. [Foto: CNN Indonesia]

SultimNews, BANGGAI-Peningkatan kasus infeksi virus korona baru SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19 di Kabupaten Banggai harus terus diwaspadai. Dalam tiga hari terakhir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, mencatat penambahan sekira 35 kasus terkonfirmasi positif. Berturut-turut, 16 kasus baru pada Jumat (16/10), dan 17 kasus baru pada Sabtu (17/10). Kemudian Minggu (18/10) kemarin bertambah dua kasus baru. Sehingga total terkonfirmasi positif saat ini sebanyak 85 kasus, dengan rincian dua kasus baru (isolasi mandiri), 45 kasus lama (isolasi mandiri),  36 sembuh, dan  2 meninggal.

Dibandingkan dengan pertama kali virus korona terdeteksi di daerah ini, penambahan kasus baru terkonfirmasi positif dalam dua hari ini terbilang cukup banyak.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, Nurmasita Datu Adam, menerangkan masih ada sekira 74 sampel swab yang belum terperiksa. Pihaknya masih menunggu informasi dari Laboratorium Kesehatan Palu. Diketahui Kamis pekan lalu dan awal pekan ini, Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai mengirimkan sekira 150 sampel swab ke Laboratorium Kesehatan Palu.

“Masih ada sekira 74 sampel swab yang kami tunggu hasilnya,” papar Juru Bicara  Penanganan Covid-19, Nurmasita Datu Adam, Minggu sore (18/10).

Ia tidak bisa memastikan, kapan 74 sampel swab itu diketahui hasilnya, mengingat Laboratorium Kesehatan Palu menerima banyak sampel swab dari seluruh daerah di Sulawesi Tengah. “Antre. Banyak sampel yang diperiksa di sana,” tukasnya.

Jangan Lagi Tawar Prokes

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai, Dr. dr. Anang S Otoluwa, menyerukan kepada masyarakat untuk makin mendisiplinkan diri menaati protokol kesehatan.

Ia mengatakan, penularan Covid-19 masih terus terjadi di daerah ini. Untuk itu, ia mengimbau semua masyarakat agar patuh pada protokol kesehatan. “Tidak boleh lagi ditawar-tawar, dan juga untuk ASN di perkantoran, seminimal mungkin membuat pertemuan yang mengundang kerumunan. Ini harus kita perketat ke depan,” ujarnya, Jumat (16/10).

Ia bersyukur upaya memperketat perlintasan manusia di wilayah perbatasan darat, maupun di pelabuhan sudah mulai tertib. Namun, untuk masyarakat Luwuk harus tetap waspada.

Dokter Anang, menerangkan, saat ini penularan virus korona baru SARS-CoV-2 penyebab penyakit Covid-19, sudah tidak terjadi akibat kontak erat dengan penderita.

Selain itu yang mengkhawatirkan, tidak lagi diketahui sumber penularannya. “Kalau sebelumnya, kita bisa tahu sumber penularan, sekarang tidak lagi. Bukan pelaku perjalanan, dan bukan orang yang kontak dengan penderita. Artinya kita sudah harus hati–hati di semua tempat. Jangan kontak dengan orang. Jangan kontak dengan barang–barang tanpa cuci tangan,” paparnya.

Sementara itu, laporan gugus tugas Covid-19 Kabupaten Banggai, 18 oktober 2020 mencatat kasus suspek 18, kasus probable 0, dan kasus Discarded 6. Sementara kasus konfirmasi sebanyak 85 orang. Rinciannya terdiri 2 kasus baru (isolasi mandiri), 45 kasus lama (isolasi mandiri), 36 sembuh dan 2 meninggal.

Jubir Covid-19, Nurmasita Datu Adam, menjelaskan, 2  kasus baru berasal dari Kecamatan Luwuk Selatan, 45 kasus lama (22 dari Kecamatan Luwuk, 14 dari Kecamatan Luwuk Selatan, 5 dari Kecamatan Luwuk Utara, 1 dari Kecamatan Masama, 2 dari Kecamatan Batui, 1 dari Kecamatan Nambo). (ris)