Tindaklanjuti Program MBKM, Unismuh Luwuk Agendakan Pertukaran Mahasiswa Secara Virtual

Wakil Rektor III, Unismuh Luwuk, Agung K Djibran

SultimNews, BANGGAI– Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk dan Unismuh Palu akan menindaklanjuti program dana hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Proses tindaklanjutnya adalah Unismuh Luwuk dan Unismuh Palu akan melakukan pertukaran mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) secara virtual atau daring.  “Kuota untuk program ini hanya 10 mahasiswa, dan kita lakukan secara virtual,” jelas Ketua Tim MBKM Unismuh Luwuk, Agung K Djibran.

Wakil Rektor III ini menjelaskan, selama pertukaran mahasiswa itu, mahasiswa Prodi PAI, FAI Unismuh Luwuk akan mendapatkan kuliah atau diajar oleh dosen dari Unismuh Palu. Begitu pun dengan mahasiswa dari Prodi PAI Unismuh Palu. “Prosesnya akan berbasis online. Karena masih pandemi,” tandasnya.

Dalam pertukaran mahasiswa ini akan ada tiga mata kuliah yang akan diikuti oleh mahasiswa. Tiga mata kuliah itu yakni Mata Kuliah Metodelogi Penelitian Pendidikan, Media Pengajaran dan Pengembangan Kurikulum PAI.

Mantan Dekan FKIP Unismuh Luwuk ini menjelaskan, saat ini pihaknya berkomitmen agar program pertukaran mahasiswa tetap berkelanjutan. Bahkan, program tersebut bakal menjadi bagian dari kurikulum kampus merdeka itu bisa dilakukan setiap tahun.

“Nanti kedepan, terlepas dari hibah MBKM kita akan tindaklanjuti program pertukaran mahasiswa ini di tahun 2021. Karena kita sudah membangun kerjasamanya dengan Unismuh Palu,” jelasnya lagi.

Nantinya, program pertukaran mahasiswa ini hanya bisa diikuti oleh mahasiswa yang berada di semester lima, enam  dan tujuh. Karena untuk semester satu sampai empat, mahasiswa masih fokus pada mata kuliah di dalam prodi.

“Kalau semester 5-7 itu mata kuliah di luar prodi, salah satunya yaitu pertukaran mahasiswa. Ini penerapannya dua semester. Tapi untuk yang saat ini, khusus program hibah kami hanya lakukan selama sebulan lebih,” terangnya.

Hanya saja, pertukaran mahasiswa ini tidak dipaksakan. Tapi mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih program apa yang akan diikuti. “Kurikulum MBKM itu memberikan kebebasan mahasiswa untuk memilih. Misalnya tidak mau pertukaran mahasiswa, maunya KKN membangun desa. Itu bisa dilakukan,” tutur Agung.

Ia berharap, program pertukaran mahasiswa ini bisa berjalan lancar dan sukses. Semoga bisa membentuk hardskill dan softskill mahasiswa Unismuh Luwuk. (leb)