FISIP Unismuh Luwuk Kukuhkan 106 Sarjana Baru

Wakil Rektor I Unismuh, Mustafa Abd Rahim, Dekan FISIP Unismuh Kisman Karinda, para dosen FISIP dan sejumlah sarjana baru foto bersama, di Hotel Swiss Beliin Luwuk, Minggu (20/12/2020). [Foto: Kaleb Sayo]

SultimNews, BANGGAI- Untuk kesekian kalinya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk melaksanakan kegiatan yudisium.

Kali ini, kegiatan pengukuhan mahasiswa menjadi seorang sarjana baru itu, dilakukan di Hotel Swiss Bellin Luwuk, Minggu (20/12/2020).

Sebanyak 106 mahasiswa FISIP yang terdiri dari 91 mahasiswa program studi Ilmu Pemerintahan dan 15 mahasiswa prodi Ilmu Komunikasi, resmi mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP) dan gelar Sarjana Ilmu Komunikasi (S.I.Kom).

Dekan FISIP Unismuh, Kisman Karinda mengatakan, tidak ada kata yang patut disampaikan pada kesempatan yang berbahagia itu, selain ucapan selamat atas lahirnya para sarjana baru FISIP prodi Ilmu pemerintahan dan ilmu Komunikasi.

“Harapan saya kedepan, apa yang menjadi pengalaman saat berada di fakultas, bisa anda terapkan ditengah-tengah masyarakat,” jelas Kisman.

Selain itu, sebagai pimpinan fakultas Kisman juga menyampaikan permohonan maaf kepada para sarjana baru. Jika selama berada di fakultas, ada kata-kata yang kurang berkenan dari para dosen FISIP. mohon dimaafkan.

“Anggaplah itu sebagai bagian dari pengalaman dalam menjalani dari proses di fakultas. Saya ucapkan terimaksih kepada orang tua, yang telah mengamanahkan anda untuk bergabung di FISIP Unismuh. Dan saat ini sudah selesai,” jelasnya.

Tak hanya itu, secara pribadi, Kisman juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada hal-hal yang kurang berkenan selama proses perkuliahan. Hal-hal yang kurang berkenan tolong ditinggalkan di fakultas.

“Jangan dibawa kemana-mana. Anggaplah bahwa ketika kita kuliah itu bagian dari kajian bagaimana untuk menatap masa depan. Semoga apa yang menjadi cita-cita kita dapat diteguhkan boleh Allah SWT,” tandasnya.

Foto bersama.

Sementara itu, Wakil Rektor I Unismuh Luwuk, Mustafa Abd Rahim menyampaikan pesannya kepada para sarjana baru.

Ketika mahasiswa dikukuhkan menjadi sarjana baru, maka hakikatnya adalah para sarjana baru akan masuk pada satu dimensi yang baru. Akan meninggalkan satu tempat dan akan masuk pada tempat yang lain.

Sehingganya, menurut dosen Fakultas Pertanian ini, tidak ada yang berbeda ketika menjadi mahasiswa dan alumni. Karena masih diikat dengan ikatan yang namanya Ikatan Alumni.

“Tidak ada alasan bagi kita untuk saling memotong hubungan silaturahmi,” pesannya.

Mustafa menambahkan, saat ini sudah berada di era dimana hampir semua lini mengalami perubahan yang drastis. Perubahan drastis itu termasuk di bidang Ilmu pemerintahan dan Ilmu
Komunikasi.

Sehingga para sarjana harus memenuhi syarat-syarat yang sesuai dengan era tersebut. Syaratnya adalah harus menguasai Ilmu dan Teknologi.

Menurut mahasiswa program Doktor UMI Makassar ini, pribadi-pribadi yang tidak mampu menguasai Ilmu dan Teknologi dipastikan akan kalah bersaing.

“Ini selalu saya ingatkan. Mahasiswa yang baru dikukuhkan menjadi sarjana harus mempersiapkan yang namanya softskill,” jelasnya.

Karena, kalau Hardskill itu berkaitan dengan kapasitas keilmuan yang sudah ditempuh selama empat tahun ini. “Softskill itu penting untuk dimiliki dan dikembangkan,” katanya.

Mustafa juga menyampaikan, berdasarkan penelitian, bahwa orang yang menguasai softskill dipastikan akan mampu sampai di titik yang namanya kesuksesan.
Sebaliknya, orang hanya mengandalkan hardskill akan mengalami ketertinggalan.

“Kita harus terus mengembangkan kapasitas diri kita. Jika hal itu bisa dilakukan, maka kita bisa berada dimana saja. Dan bisa diterima kapan saja,” katanya.

Selain itu, Ia berharap dengan hadirnya 106 sarjana baru, yang akan yang tersebar di tengah-tengah masyarakat, bisa berperan besar untuk membantu mengembangkan Unismuh Luwuk.

“Tolong tinggalkan hal-hal buruk di kampus. Sehingga menjadi tugas kami untuk memperbaiki. Dan sampaikan hal-hal baik kepada dunia luar,” jelasnya. (leb)