BANGGAI, SultimNews.Info- Sebanyak 82 orang terdiri dari, 31 santri Madrasah Tsanawiyah dan 51 santri Madrasah Aliah Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah Luwuk, melaksanakan prosesi wisuda di Hotel Santika Luwuk, Rabu (28/4).
Dalam kegiatan tersebut, dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Banggai Mustar Labolo, Kapolres Banggai AKBP Satria Adrie Vibrianto, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah KH.Muhammad Muadz,LC, Pengawas Ponpes, Basri Sono, dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Ketua Panitia Riki Arfandi dalam laporannya mengaku, sebelum mengikuti wisuda, para santri terlebih dahulu mengikuti proses penilaian sehingga munculah penamatan wisudawan wisudawati, serta wisudawan wisudawati terbaik.
“Kami ucapkan terimakasih kepada Pimpinan Ponpes yang memberikan ruang santri untuk berkarya dan berdedikasi di pesantren moderen Daarul Hikmah Luwuk, serta kepala madrasah yang telah mensuport sehingga kegiatan wisuda ini terlaksana dengan baik,” tuturnya.
Pimpinan Ponpes Daarul Hikmah Luwuk, KH.Muhammad Muadz,LC dalam sambutannya, berpesan untuk para santri Madrasah Aliyah yang akan lulus tahun ini, kemanapun kuliah, bekerja dan tinggal, yang harus dikedepankan adalah kita adalah seorang Da’i yang senantiasa menyampaikan kebaikan apapun profesi kita, dan jadilah orang yang senantiasa jujur di segala tempat dan di segala momen.
“Karena Allah SWT tidak melihat engkau dimana, tapi melihat apa yang engkau perbuat,” ungkapnya.
Kemudian untuk wali-wali Santri, terimakasih sudah menitipkan anak-anaknya di pesantren selama tiga tahun, dari awal mereka datang kemudian di tengah pendidikan, kemudian berada di garis finish. Dan kalau ada yang salah dalam didikan mereka selama ini, ia berharap untuk diingatkan baik anak-anak dan juga mereka. Apabila tidak melaksanakan sholat, tolong ditegur diingatkan, apabila tidak memakai jilbab tolong ditegur dan diingatkan.
“Karena ini adalah tanggung jawab kita bersama sampai kapanpun, karena mereka harus menjaga adabnya, menjaga ilmu yang telah diberikan, menjaga hafalan-hafalannya, dan menjaga hal yang jelas diharamkan oleh Allah,” pintanya.

Wakil Bupati, Mustar Labolo mengaku, mewisuda 82 santri itu luar biasa, karena tidak semudah merintis dari awal, seperti berjuang di kemerdekaan, sehingga sekarang menghasilkan Da’i, Ustazah yang terus berkembang menjadi obor dalam mengembangkan dakwah Islam di Kabupaten dan seluruh dunia.

undangan penting lainnya. [Foto: Taufik Basri/SultimNews.Info]
“Apalagi saya dapat informasi yayasan ini sudah mengirim santrinya ke timur tengah ke pondok moderen di Madinah yang mendapat beasiswa,
ini menjadi prestasi yang sangat luar biasa,” akunya.
Dan untuk para pendiri dan perintis, Ia berharap untuk tetap menjaga marwah pesantren yang mereka cintai itu. Karena Santri di Ponpes ini tidak diragukan lagi ke Indonesiaannya dan ke Islamannya. “Disini juga telah ada Gudep Pramuka,” tandasnya. (gom)






