SultimNews, LUWUK– Pengurus Pusat (PP) GMKI mengunjungi Kantor Sinode Gereja Kristen Luwuk Banggai (GKLB) di Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, belum lama ini.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Sekretaris Umum, Micahel Anggi dan Ketua Bidang Organisasi, Stenly Reinaldo.
Micahel Anggi mengatakan, pertemuan ini merupakan agenda prioritas PP GMKI. Sebab, selain penguatan internal organisasi, kegiatan ini sebagai bentuk keprihatinan GMKI sebagai anak kandung gereja yang harus berperan dalam menyuarakan keresahan yang dialami oleh warga gereja.
“Kehadiran PP GMKI di Luwuk, Kabupaten Banggai adalah bentuk respon sekaligus kerinduan terhadap persoalan bersama yang dialami oleh Kader GMKI yang juga bagian dari warga Jemaat GKLB,” jelas Micahel Anggi melalui rilis yang diterima Redaksi SultimNews, Kamis (8/6).
Stenly menambahkan, PP GMKI menilai bahwa kolaborasi antara GKLB dan GMKI di Kabupaten Banggai dapat menjadi kekuatan yang diperhitungkan. Terutama dalam merespon isu kerusakan lingkungan secara berkelanjutan.
“Beberapa waktu lalu PP GMKI bersama sejumlah lembaga keumatan kristen membahas sejumlah isu prioritas, salah satunya adalah lingkungan,” kata Stenly menambahkan.
Saat ini, sambung Stenly, GMKI masih terus vocal dalam menyuarakan keresahan masyarakat terkait kerusakan lingkungan diberbagai daerah di Indonesia.
Sementara itu, Ketua Sinode GKLB, Moses Hatta menyambut baik kehadiran PP GMKI tersebut. Pihaknya kata dia, merespon maksud PP GMKI terkait masalah lingkungan hidup yang menjadi pergumulan bersama.
“GKLB saat ini juga sedang concern pada persoalan lingkungan hidup, secara khususnya dampak kerusakan lingkungan akibat pertambangan nikel di sekitar Sungai Pongian yang berpotensi memberi dampak dari Kecamatan Bunta hingga Kecamatan Simpang Raya,” jelasnya.
Karena itu, Ia berharap agar GMKI dapat menyuarakan persoalan ini ke seluruh cabang GMKI.
Sekadar diketahui, kunjungan PP GMKI tersebut turut didampingi oleh Koordinator Wilayah IX Robert Dwiantoro dan Ketua Cabang GMKI Luwuk, Desprian Heri. (*/leb)






