Ketua Komisariat IMM FH Unismuh Luwuk Meminta Polri Segera Usut Tuntas Tindakan Provokatif

Sultimnews.info -

SultimNews.info – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Hukum (FH) Unismuh Luwuk mengecam keras tindakan provokatif yang dilakukan oknum pegawai Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang Hasanuddin dan Thomas Djamaluddin.

Kepada awak media ini, Rabu (26/4) Ketua Komisariat PK IMM FH UMLB, Andika Kasimun menyatakan tindakan memecah Bela yang dilakukan secara sadar oleh Andi Pangerang Hasanuddin dan Thomas Djamaludin tidak baik untuk masa depan bangsa.

Sehingganya kata Andika, pihaknya meminta Kepolisan Republik Indonesia (RI) segara menindak tegas kedua orang tersebut.

Dengan begitu, hal tersebut menunjukkan bahwa prilaku premanisme tidak lebih kuat dari pada negara dan kepolisan sebagai ujung tombaknya.

Dirinya menerangkan, jika Muhammadiyah juga memiliki peranan yang signifikan dengan umur dan sepak terjang, pengalaman yang lebih tua dari Indonesia.

Selain itu, Muhammadiyah sejak lama menjadi penjaga moral dan kedaulatan bangsa dari rongrongan penjajah dan kolonialisme serta kapitalisme global.

“Sebagai organisasi Islam yang besar, Muhammadiyah telah banyak melahirkan kader yang jadi penggerak bagi Republik, serta gerakan Muhammadiyah tidak hanya bertumpu kepada idealisme, akan tetapi juga pada semangat gerakan membangun tatanan sosial dan pendidikan, kesehatan, dakwah agar masyarakat lebih progresif dan aktif membina masyarakat dari kota hingga ke desa” tandas ketua komisariat itu.

Dirinya menegaskan, pemerintah dan kepolisan RI segera mengusut tuntas hal ini, jangan sampai dibiarkan berlarut-larut, apalagi sudah banyak kasus-kasus yang ujung-ujunganya tenggelam dan tidak diproses lagi.

“Kami menunggu sanksi tegas dari polri untuk oknum yang berusaha menghancurkan persyarikatan Muhammadiyah”cetusnya. (*/dat)