IKM Tertinggi, Masyarakat Puas Pelayanan Puskesmas Simpong

Sultimnews.info -

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas Simpong berhasil menorehkan capaian gemilang dengan meraih Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 93,50 pada Triwulan I Tahun 2026. Angka tersebut menempatkan fasilitas kesehatan ini dalam kategori ‘Sangat Baik’, bahkan melampaui rata-rata IKM nasional tahun 2024 yang tercatat sebesar 88,90.

Kendati demikian, pihak manajemen Puskesmas Simpong enggan terlena dengan angka tinggi tersebut. Manajemen mengungkapkan bahwa nilai rata-rata yang tinggi itu berisiko menutupi adanya kesenjangan (gap) mutu pelayanan yang riil di lapangan antar-unit pelayanan.

“Rata-rata IKM total memang sangat baik, yakni 93,50, melonjak 11 poin dibanding tahun 2022 yang sebesar 82,50. Namun, jika dibedah per unit, masih ada variasi mutu yang harus segera diintervensi. Data SKM Online ini tidak boleh hanya menjadi formalitas pelaporan, melainkan harus diubah menjadi keputusan perbaikan berbasis bukti atau SKM-to-Action,” tulis Airin dalam dokumen Policy Brief_SKM Online yang disampaikan kepada Luwuk Post, Kamis (25/6/2026).

Berdasarkan data komprehensif dari 224 responden pengunjung yang menilai 12 jenis layanan dan 9 indikator penilaian, pihak puskesmas mengidentifikasi tiga unit layanan yang mendesak untuk diprioritaskan karena berada di bawah ambang batas kategori ‘Sangat Baik’ (88,31).

Ketiga unit tersebut adalah Layanan Konseling dengan skor terendah sebesar 80,00 (Prioritas 1), diikuti Layanan Persalinan sebesar 85,65 (Prioritas 2), dan Layanan Pemeriksaan Umum sebesar 87,96 (Prioritas 3). Sebaliknya, tiga unit berhasil meraih nilai sempurna 100,00, yaitu Tindakan & Gawat Darurat, Pendaftaran/Loket, dan Farmasi.

Manajemen memaparkan, sejumlah masalah utama yang berhasil didiagnosis pada unit prioritas meliputi aspek kejelasan informasi, privasi ruang, komunikasi petugas, hingga masalah alur pelayanan dan waktu tunggu pada jam-jam ramai. Dari sisi indikator penilaian, unsur ‘Kecepatan Pelayanan’ menjadi yang terendah dengan skor 89,88, disusul ‘Kesesuaian Produk Pelayanan’ sebesar 90,87.

Guna mengatasi ketimpangan tersebut, dalam waktu dekat Puskesmas Simpong akan mengkaji empat rekomendasi kebijakan utama. Langkah pertama adalah menetapkan ‘Dashboard SKM Prioritas Mutu’ berbasis sistem visual berkode warna—merah untuk skor di bawah 88,31, kuning untuk 88,31 hingga 90, dan hijau untuk di atas 90.

Puskesmas diupayakan juga langsung mengeksekusi paket perbaikan melalui siklus PDSA (Plan-Do-Study-Action) pada tiga unit prioritas tersebut. Targetnya, pada triwulan berikutnya, IKM Layanan Konseling serta Persalinan harus merangkak naik minimal mencapai ambang batas 88,31, dan Pemeriksaan Umum menembus angka 90,00.

Dalam jangka panjang (6 hingga 12 bulan), Puskesmas Simpong diharapkan menargetkan integrasi penuh hasil SKM Online ini dengan Rekam Medis Elektronik (RME) dan sistem antrean digital demi memantau waktu tunggu pasien secara real-time. Langkah ini diambil demi mempertahankan total IKM di atas 93,50 sekaligus secara bertahap menutup gap 1,50 poin menuju standar ideal kepuasan pasien nasional sebesar 95,00.(*/Ap)