Tekan Stunting, DP2KBP3A Banggai Bikin Program GENTING

Sultimnews.info -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banggai melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) menggelar program ajakan menjadi orang tua asuh melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten Tahun 2026, Kamis (20/8/2026).

Langkah strategis ini digelar untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan gotong royong lintas sektor secara berkelanjutan di wilayah Kabupaten Banggai.

Kepala DP2KBP3A Banggai, Helena A. Padeatu, dalam pembukaan kegiatan menegaskan pentingnya meluruskan pemahaman masyarakat terkait kondisi stunting. Menurutnya, indikator stunting tidak semata-mata dilihat dari fisik anak yang tidak gemuk, melainkan pada pemenuhan gizi dan tumbuh kembang yang optimal.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Konsep GENTING ini sederhana, yaitu satu orang tua asuh mendampingi satu keluarga berisiko stunting selama enam bulan,” ujar Helena.

Ia menjelaskan, program ini menjadi tindak lanjut dari intervensi yang telah dilakukan bulan lalu, di mana DP2KBP3A menyalurkan bantuan makanan tambahan bagi keluarga berisiko stunting di enam kecamatan.

GENTING dirancang untuk memastikan seluruh ibu hamil berisiko dan keluarga miskin ekstrem mendapatkan bantuan secara merata. Bentuk intervensi tidak terbatas pada makanan bergizi, tetapi juga mencakup perbaikan sanitasi, edukasi kesehatan, hingga pemberian modal usaha agar keluarga penerima manfaat dapat mandiri.

“Sesuai arahan Bapak Bupati Banggai, penanganan stunting tidak boleh berhenti pada tahap sosialisasi saja, harus ada tindakan nyata dan intervensi langsung. Dinas kami berfokus pada pencegahan sebelum anak jatuh pada kondisi stunting,” tegasnya.

Helena turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran BUMD, pihak swasta/perusahaan, Baznas, akademisi, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berkomitmen menjadi bagian dari orang tua asuh. Ia meminta seluruh pihak mengawal gerakan ini secara serius hingga keluarga mendampingi mampu mencapai kemandirian penuh.

Kegiatan peluncuran tersebut dilanjutkan dengan paparan materi dari narasumber teknis serta sesi diskusi interaktif bersama para peserta guna memetakan strategi pendampingan di lapangan.(ap/mm)