Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai resmi melakukan peningkatan terhadap inovasi PESONA KB (Pelayanan Solusi Online Keluarga Berencana). Langkah ini diambil untuk membangun sistem pelayanan Keluarga Berencana yang terintegrasi secara digital di seluruh wilayah Kabupaten Banggai sepanjang tahun 2026.
Sejak pertama kali dikembangkan pada tahun 2025, PESONA KB awalnya berfokus pada digitalisasi proses permintaan alat dan obat kontrasepsi (Alokon) yang sebelumnya dilakukan secara manual. Kini, memasuki pertengahan tahun 2026, sistem berbasis WhatsApp resmi tersebut telah bertransformasi menjadi platform multi-layanan.
Tidak lagi sekadar menjadi media pengajuan Alokon dari fasilitas kesehatan, PESONA KB memperluas cakupan fiturnya untuk mengoptimalkan manajemen pelayanan di lapangan.
Beberapa fungsi baru yang kini telah berjalan meliputi, yakni,Koordinasi Pelayanan & Monitoring untuk memantau distribusi Alokon secara real-time ke puskesmas, pustu, klinik KB, hingga PKB/PLKB.
Kemudian Layanan Informasi & Konsultasi, sebagai ruang komunikasi interaktif bagi para tenaga medis dan kader KB. Selanjutnya Pusat Pengaduan Masyarakat sebagai saluran langsung bagi warga untuk menyampaikan keluhan atau masukan terkait layanan KB.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banggai, Helena A. Padeatu menegaskan bahwa pengembangan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami tidak hanya ingin mempercepat proses permintaan Alokon, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang terintegrasi, mudah diakses, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Banggai,” jelas Helena kepada Luwuk POST, Selasa. (30/6).
Integrasi sistem baru ini diklaim berhasil memangkas birokrasi dan meningkatkan efektivitas koordinasi antara Dinas P2KBP3A dengan para bidan dan unit layanan kesehatan di lapangan. Dampak langsungnya, proses administrasi menjadi lebih tertib dan risiko kelangkaan atau keterlambatan distribusi Alokon dapat ditekan secara signifikan.
Ke depan, DP2KBP3A Kabupaten Banggai berkomitmen untuk terus menyempurnaan fitur digital PESONA KB. Upaya tersebut akan diimbangi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta perluasan kerja sama lintas sektor, dengan target menjadikan inovasi ini sebagai percontohan praktik baik (best practice) dalam pelayanan Keluarga Berencana di tingkat regional maupun nasional. (*/AP)






