AMIK Luwuk Banggai Genjot Ujian Program

Sultimnews.info -

SultimNews, BANGGAI– Akademik Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Luwuk Banggai terus mengenjot Ujian Program. Bagi mahasiswa semester akhir.

Direktur AMIK, Heriyanto Sahidu mengatakan, saat ini proses ujian program tengah berlangsung. Pihaknya, menargetkan ujian program tuntas Oktober 2020 ini.

Sejauh itu, kata Heri mahasiswa yang sudah menuntaskan ujian sudah berjumlah 25 orang.

“Dari puluhan mahasiswa ini didominasi oleh prodi Komputerisasi Akuntansi,” jelas Heriyanto Sahidu, di ruang kerjanya, Kamis (22/10).

Heri sapaannya menjelaskan, setelah mahasiswa menuntaskan ujian program ini, maka langkah selanjutnya adalah Karya Tulis Minor (KTM). Yang rencananya akan dilaksanakan November mendatang.

“Tahapannya seperti itu. Selesai ujian program mahasiswa akan mengikuti KTM,” tandasnya.

Olehnya itu, dengan waktu yang tidak lama lagi, mahasiswa diminta proaktif dalam menyelesaikan program. Sehingga, bisa selesai sesuai tepat waktu. Sesuai jadwal.

“Ini harapan saya kepada mahasiswa. Segera selesaikan program. Lalu maju ujian,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait proses pelaksanaan ujian program, tetap dilakukan secara tatap muka. Namun, pihaknya tak mengabaikan protokol kesehatan. Mahasiswa wajib menggunakan masker. Wajib cuci tangan dan dites suhu badan, sebelum ujian. “Mahasiswa yang ujian, akan diuji satu-satu orang. Tidak berkelompok. Karena pandemi COVID-19,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua panitia ujian,  AMIK, Iskandar mengatakan, ujian program merupakan rangkaian kegiatan yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester akhir.

Dalam ujian ini, kata Iskandar, mahasiswa akan mempresentasekan alur program yang dibuat mahasiswa. Apakah sesuai dengan kegiatan penelitian yang dilakukan mahasiswa sebelum membuat program tersebut.

“Ujian program ini diharapkan mahasiswa agar bisa mengimplementasikan mata kuliah yang selama ini didapatkan. Tentunya yang berkaitan dengan bahasa pemrograman,” jelasnya.

Setelah mahasiswa menyelesaikan ujian program ini, sambung Pembantu Direktur I AMIK ini, mahasiswa kembali diperhadapkan pada penyusunan KTM. Selanjutnya, KTM ini akan diujikan kembali kepada mahasiswa yang bersangkutan.

“Tapi sebelum mahasiswa menyusun KTM, selama ujian program masih ada revisi-revisi. Ini harus dipenuhi oleh mahasiswa. Untuk bisa lanjut ke KTM,” jelasnya. (leb)