YPI Menggelar Pekan Penyu Banggai 2023, Kampanye Perlindungan Penyu

Pekan Penyu Banggai 2023, YPI menggelar malam lomba baca puisi, Jumat, 27 Oktober 2023. [Dokumentasi : Istimewa]

SultimNews.info – Yayasan Penyu Indonesia (YPI) dengan bangga menyelenggarakan “Pekan Penyu Banggai 2023.

Sebuah acara yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan mendukung perlindungan penyu di wilayah Banggai.

Acara ini akan berlangsung dari 22 hingga 28 Oktober di Jl. Sutoyo, Kecamatan  Luwuk, Kabupaten Banggai.

Inisiatif yang menginspirasi ini diinisiasi dan didukung oleh sejumlah NGO lokal dan komunitas bersemangat di Luwuk Banggai.

Rangkaian kegiatan Pekan Penyu Banggai ini mencakup sejumlah acara yang bervariasi, mulai dari talkshow di berbagai media hingga pameran stand yang menampilkan dedikasi dari organisasi non-pemerintah dan komunitas lokal di Kabupaten Banggai.

Anak-anak juga turut terlibat dalam pelestarian penyu melalui lomba mewarnai tingkat TK dan SD, lomba puisi tingkat SMP dan SMA, serta penampilan berbagai pegiat seni mulai dari pelukis hingga pemusik yang sangat menghibur dan edukatif.

Kegiatan ini dibuka secara langsung Bupati Banggai yang diwakili oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan, Ir. Ferlyn Monggesang, M.Si.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan, Bupati Banggai memberikan apresiasi kepada Yayasan Penyu Indonesia yang berkolaborasi dengan Aliansi Konservasi Tompotika (AITo) serta seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan acara ini.

Bupati Banggai juga mengingatkan pentingnya melindungi penyu sisik, yang merupakan jenis satwa yang mendapatkan perlindungan hukum di Indonesia.

“Penyu sisik termasuk dalam jenis satwa yang dilindungi oleh undang-undang di Indonesia, sehingga penangkapan atau perdagangan penyu sisik, termasuk sisiknya, sangat dilarang,” ungkap Ferlyn Monggesang.

Penyu merupakan salah satu spesies yang rentan terhadap kepunahan, dan Banggai menjadi salah satu lokasi penting bagi penyu.

Pekan Penyu Banggai 2023 bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang peran penting penyu dalam ekosistem laut dan mendorong tindakan nyata dalam perlindungan dan pelestarian spesies ini.

Muhamad Jayuli, Program Manager perlindungan penyu sisik Yayasan Penyu Indonesia, menjelaskan bahwa di Kabupaten Banggai terdapat tiga dari tujuh jenis penyu di seluruh dunia, yaitu Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea), Penyu Hijau (Chelonia mydas), dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata).

Dia berharap bahwa Pekan Penyu Banggai dapat memotivasi masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya perlindungan satwa yang terancam punah ini.

“Penyu saat ini sangat terancam punah, salah satu ancaman yang mengancam keberlangsungan hidup penyu adalah degradasi habitat dan eksploitasi oleh manusia, mulai dari konsumsi hingga penggunaan sebagai bahan baku perhiasan,” tambah Jayuli.

Badan konservasi dunia (IUCN) memasukkan penyu sisik sebagai satwa sangat terancam punah (critically endangered).

Menurut penelitian, populasi penyu sisik menurun hingga dalam 100 tahun terakhir. Ancaman utamanya adalah akibat perburuan untuk dijadikan aksesoris atau perhiasan.

Sebagai informasi, Yayasan Penyu Indonesia (YPI) merupakan sebuah organisasi nirlaba yang berkomitmen untuk melindungi dan melestarikan penyu serta ekosistem laut di Indonesia.

YPI bekerja keras untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, melibatkan komunitas lokal, dan mendukung penelitian ilmiah demi keberlanjutan penyu dan lingkungannya.

Informasi lainnya, bagi kalian yang ingin lebih mengetahui tentang program YPI maupun kegiatan Pekan Penyu Banggai 2023, bisa menghubungi Fahri, atau melalui info@yayasanpenyu.org dengan nomor kontak, 0822-9102-9248. (*/dat)