Tampak depan kiri pegawai Lapas Perempuan Palu, tampak depan tengah, Lusiana Udopo dan tampak depan kanan, Jaksa, Hendra Poltak Tafona'o. [Dokumentasi : Istimewa]

Luwuk, SULTIMNEWS.ID – Terbukti menyalahgunakan dana APBDesa pada tahun 2019-2020, mantan atau X Kepala Desa Lobu, Lusiana Udopo, dipidana 2 tahun penjara.

Hal ini berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Banggai, Nomor : Print-49/P.2.11/Fu.1/01/2024 tanggal 18 Januari 2024.

Di mana, telah melaksanakan putusan Mahkamah Agung RI nomor 5856 K/Pid.sus/2023 tanggal 23 November 2023.

Bahwa Lusiana secara sah terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sesuai UU Tipikor yang berlaku, dirinya dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp150 juta.

Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka digantikan dengan kurungan selama 2 bulan.

Dalam putusan juga, Lusiana dihukum untuk membayar uang pengganti sebesar Rp252 juta, dan diberi waktu 1 bulan setelah putusan.

Jika tidak, harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut, apabila terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi, maka dapat dipidana selama 4 bulan.

Dalam kasus posisi singkat, pada tahun 2019 Pemerintah menetapkan APBDesa Lobu sebesar Rp1.227.322.900, kemudian pada tahun 2020 sebesar Rp1.171.163.800.

Dari penggunaan APBDesa selama 2 tahun tersebut, Lusiana terbukti melakukan penyalahgunaan wewenang perbuatan melawan hukum.

Di antaranya, terdapat pekerjaan yang dilaksanakan namun tidak sesuai volume hingga pekerjaan yang tidak dilaksanakan alias fiktif.

Adapun pekerjaan tersebut yakni pembangunan Kantor Desa Lobu, Pengadaan Wifi, Pekerjaan Pembangunan Pasar Desa atau lapak milik Desa, dan pekerjaan pembuatan MCK. (dat).