Bupati Minta Aparat Tindak Tegas Pembalakan Liar

Bupati Banggai Amirudin saat menghadiri kegiatan Musrenbang Tahap II di Desa Bubung, Jumat (1/3/2024). [DKISP Banggai]

LUWUK, SULTIMNEWS.id — Bupati Banggai Amirudin meminta kepada aparat kepolisian dan instansi terkait untuk menindak aktivitas pembalakan hutan yang marak terjadi sehingga mengakibatkan berkurangnya debit air irigasi di sejumlah wilayah pertanian.

Hal itu menanggapi keluhan dan masukan aparat pemerintah desa dan kecamatan pada Misrenbang Tahap II di Desa Bubung, Kecamatan Luwuk Selatan, Jumat (1/3/2024).

Sebelumnya, permasalahan air bersih menjadi isu prioritas yang mendominasi usulan para camat.

Pada hari ketiga pelaksanaan Musrenbang Tahap II, Bupati Banggai bersama jajaran DPRD Banggai mendengarkan usulan program di 5 wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Luwuk Timur, Luwuk Utara, Luwuk, Luwuk Selatan, dan Kecamatan Nambo.

“Adapun isu-isu yang berkembang pada Musrenbang Tahap I Kecamatan Luwuk Selatan, yang pertama, masyarakat Luwuk Selatan membutuhkan penambahan jaringan pipa air sehingga bisa mengatasi kekurangan aliran air bersih,” kata Camat Luwuk Selatan Rifody Penak.

Hal serupa juga disampaikan Camat Luwuk Utara Iskandar Limonu dan Camat Luwuk Timur Adnan Buyung Lasantu.

Khusus di Kecamatan Luwuk Timur, pembalakan hutan menyebabkan debit air untuk irigasi pertanian menjadi berkurang. “Hal ini tentu saja berdampak pada hasil produksi petani, juga menyebabkan bencana banjir,” ujar Camat Luwuk Timur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Amirudin menyampaikan, setiap tahun Pemda Banggai terus berupaya mengatasi permasalahan air bersih melalui anggaran untuk pengembangan pipanisasi air bersih di wilayah perkotaan.

Terkait pembalakan liar, Bupati Amirudin meminta kerja sama aparat kepolisian untuk menindak para pelakunya.

Bupati menengarai maraknya penebangan hutan ini disebabkan operasional salah satu perusahaan di Luwuk Timur yang menggunakan kayu sebagai bahan bakar produksinya.

“Tolong disampaikan, tidak boleh mereka melakukan pembakaran atau pemasakan menggunakan kayu, akibatnya masyarakat ramai-ramai menebang pohon,” tegas Bupati Amirudin. (*/MM)