Proyek Tanggul Pengaman Pantai Desa Mbeleang Masih dalam Masa Pemeliharaan

Dokumentasi tampak atas bangunan tanggul setelah finishing plester dan acian. (dok. istimewa)

BANGKURUNG,SULTIMNEWS.id– Proyek tanggul pengaman pantai di Desa Mbeleang dengan menelan anggaran 5 Milyar lebih dari Dana Alokasi Khusus (DAK), yang sempat disorot warga karena tidak sesuai RAB ternyata masih dalam masa pemeliharaan.

Hal ini sesuai release yang disampaikan kepada harian ini, Luwuk Post, Rabu, (6/3) kemarin.

Sempat diberitakan di media online Luwuk Post, edisi Rabu, 13 Desember 2023 dengan mengangkat judul “Proyek Tanggul Pengaman Pantai Desa Mbeleang Diduga Tidak Sesuai RAB”.

Proyek kontruksi tanggul pengaman pantai Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Laut melalui program penanggulangan bencana di Desa Mbeleang, Kecamatan Bangkurung  sepanjang 530 meter ini,  pekerjaan plester dan acian yang kurang maksimal pada beberapa bidang permukaan tanggul pasangan batu mortar tersebut telah dilakukan perbaikan.

Perlu diketahui, bahwa pekerjaan pasangan batu mortar ini juga secara kuantitas telah melebihi volume item pekerjaan yang tertuang dalam RAB kontrak, dimana pada AHSP EI-791 dan spesifikasi teknis (kontrak) tidak mensyaratkan untuk pekerjaan plesteran dan pekerjaan acian.

Namun, untuk menjaga kekokohan, keawetan dan perlindungan bidang permukaan tanggul pasangan batu dari korosi juga nilai estetika, maka pada bangunan tanggul dilakukan pekerjaan plesteran sehingga bisa mendapat penilaian yang sangat baik dari BNPB Pusat, dan agar pemerintah daerah bisa berpeluang untuk mendapatkan danah hibah berikutnya dari BNPB Pusat.

Hal ini merupakan bentuk komitmen dari pihak Rekanan kepada Pemda Banggai Laut untuk berpartisipasi dan berkonstribusi dalam pembangunan daerah Kabupaten Banggai Laut.

Pada pekerjaan Pasangan Batu Armor/Boulder yang terpasang pun sudah sesuai spesifikasi maupun DED yang tertuang dalam dokumen kontrak. Dimana batu yang digunakan batu utama (100-200 kg), batu sekunder (10-30 kg) dan juga batu pengisi (5-10 kg). (*)