Hamparan Pasir Putih di Balik Taman Sangalu

: Salah satu keluarga yang sedang asyik bermain pasir saat menikmati keindahan alam di hamparan pasir di Kilometer Delapan, Minggu (21/1/2024). [Foto : Istimewa]

LUWUK, SULTIM NEWS. id – Jika sejumlah masyarakat Kota Luwuk mengeluhkan dengan hamparan pasir yang kini tertutupi dengan bangunan proyek rehabilitasi objek wisata kilometer lima, tidak halnya dengan salah satu warga Kota Luwuk ini. Abdallah (alias,red) bersama keluarganya punya alternatif lain untuk tetap menikmati hamparan putih yang tak jauh dari objek Wisata Kilometer Lima.

Ia bersama keluarga kecilnya masih bisa menikmati keindahan pantai di Kota Luwuk. Bahkan, dirinya sesumbar menilai jika hamparan pasir putih di balik Taman Sangalu, Kilometer Delapan lebih baik dari yang ada di kilometer lima.

Diawali dengan mencoba untuk mengatasi kekecewaan anak-anaknya yang untuk sementara tak bisa bermain pasir karena kawasan kilometer lima dalam tahap pembangungan, ia mulai menjajaki hamparan pantai dari kilometer lima menuju kilometer delapan.

Abdallah malah terpukau dengan pasir putih di balik Taman Sangalu, kilometer delapan, yang menurutnya jika dibandingkan hamparan pasir di kilometer lima, hamparan pasir di taman sangalu lebih luas dan lebih bersih.

Kekinian, bersama keluarganya telah memutuskan untuk menjadikannya tempat wajib yang dikunjungi untuk bersantai pada setiap akhir pekan

”Anak-anak saya menjadi ketagihan untuk bermain pasir di sini, hamparan pasirnya lebih luas dan tempatnya masih sangat asri jika dibandingkan dengan pantai kilo lima,” ungkapnya saat ditemui di lokasi tersebut, Minggu (21/1/2024).

Seperti hal dirinya, ia meyakini masyarakat pasti akan sangat menyukainya jika berkunjung atau melihatnya secara langsung.

“Hamparan pasirnya sangat halus dan jarang berbatu, apalagi jaraknya tidak terlalu jauh atau masih dalam wilayah perkotaan,“ ucapnya.

Ia menebak, masyarakat masih banyak yang belum mengetahuinya. karena belum terekspos, sehingga belum banyak warga yang berkunjung.

Abdallah berharap dengan adanya pemberitaan media, masyarakat bisa mengetahuinya, dan dapat menjadikannya primadona baru wisata perkotaan. (*/Asw)