RDP komisi III bersama PT BSS dan ALFI/ILFA

Rapat Dengar Pendapat oleh Komisi III bersama PT BSS dan ALFI/ILFA tanggal 1 Juli 2024. Foto: Aswar Poibara

LUWUK, ( Sultimnews.id ) -Komisi III DPRD Kabupaten Banggai melaksanakan rapat dengar pendapat terkait permasalahan jasa transportasi antara PT Banggai Sentral Sulawesi (BSS), Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perusahaan, dan masyarakat terkait, pada Senin, (1/7/2024), di kantor DPRD Kabupaten Banggai.

Rapat tersebut dalam menindak Lanjuti surat Peromhonan Rapat Dengar pendapat Dewan Pimpinan Cabang ALFI/ILFA Kabupaten Banggai tanggal 12 juni 2024 terkait Penyelenggaraan dan Pengusahaan Jasa Trasnportasi juga Persoalan sabotase / kecurangan perusahaan yang melakukan bongkar/muat barang di pelabuhan Tangkiang, serta Trucking ke site yang diduga disabotase oleh pihak / oknum yang mengatasnamakan Perusahaan Logistik.

Dalam RDP tanggal 1 Juli 2024 di kantor DPRD Banggai, yang dipimpin langsung oleh ketua Komisi III bapak Putu Gumi S.Sos, Mm, ia mengatakan bahwa RDP ini bertujuan untuk mengembalikan ke peraturan yang ada tanpa merugikan salah satu pihak manapun

” Disini kami tidak bisa menilai mana yang benar ataupun yang salah, kami hanya bisa mendengarkan dan memberikan solusi dan memberikan rekomendasi sesuai dengan aturan yang berlaku” jelas Putu.

Onesimus Suriadi selaku Manager Bidang Jasa Umum ( General Service) PT Banggai Sentral Sulawesi memaparkan dan menjelaskan terkait isu dan laporan dari ALFI / ILFA mengenai 2 point yaitu Penyelenggaraan dan Pengusahaan Jasa Transportasi dan Sabotase atau kecurangan perusahaan yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan perusahaan logistik

Dalam Paparannya, Onesimus Suriadi merinci bahwa untuk kelengkapan Izin – izin Perusahaan telah dimiliki dan dilampirkan dalam berkas yang diberikan kepada Pimpinan sidang dimana dijelaskan bahwa PT. Banggai Sentral Sulawesi memiliki 31 Sub bidang Usaha yang telah terbit dan dalam dokumen NIB berbasis OSS, dan diantaranya adalah bidang akutan Barang.

Untuk Khusus Perusahaan yang bergerak dalam bidang Transportasi Barang Logistik, Perusahaan Afiliasi PT.Banggai Sentral Sulawesi, memiliki Perusahaan yang khusus melayani jasa tersebut dan telah memiliki izin JPT (Jasa Pengusahaan Transportasi) Yaitu PT.Banggai Sentral Transport, dengan Nomor Izin 10112300675030002 tertanggal 11 Juni 2024 yang diterbitkan oleh kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Tengah

“Untuk isu Sabotase dan kecurangan yang dilakukan oleh Oknum yang mengatasnamakan perusahan Logistik, kami, Pihak PT.Banggai Sentral Sulawesi juga telah melakukan klarifikasi dan verifikasi dengan data – data yang diterima bahwa dugaan atau isu tersebut tidak benar,” jelas Ones.

Dalam rapat tersebut I Putu, merekomodasikan untuk Perusahaan Banggai Sentral Transport yang baru memiliki izin JPT untuk dapat mendaftarkan Perusahaan tersebut untuk bergabung dalam asosiasi ALFI /ILFA sehingga kegiatan kegiatan yang dikerjakan masuk dalam pengawasan asosiasi.

Bukan hanya itu, Ketua Komisi 3 juga menyampaikan harapan kepada Asosiasi ALFI ILFA untuk menerima Perusahaan PT Banggai Sentral Transport yang telah memiliki izin JPT dapat segera bergabung dalam asosiasi.

Rapat dengar pendapat merupakan langkah yang penting dalam proses penyelesaian masalah ini, karena melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan.

Dengan demikian, diharapkan bahwa melalui rapat dengar pendapat ini, masalah yang terjadi dapat diidentifikasi dengan jelas dan langkah-langkah konkret dapat diambil untuk mengatasi tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan jasa transportasi dan pengusahaan barang di wilayah tersebut.(*/FIL)